Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Evaluasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aksesibilitas, Peresepan dan Penggunaan Obat Generik dan Obat Esensial

Admin Kamis, 04 September 2014 - 13:25:07 WIB. | 827

Peresepan obat generik (OG) akan meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap obat karena harga OG yang biasanya jauh lebih murah dari obat paten. OG merupakan instrumen yang efektif dalam meningkatkan keterjangkauan bila ada peraturan pemerintah yang mengharuskan penggunaan OG, jaminan kualitas dan penerimaan pasien dan profesional. Peresepan OG berdasarkan beberapa penelitian masih rendah, meskipun pemerintah dalam hal ini Kemkes telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/Menkes/068/I/2010 tentang Kewajiban Menggunakan OG di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah.

Obat generik adalah obat dengan nama resmi International Non Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Kualitas OG tidak kalah dengan obat bermerk karena dalam memproduksinya perusahaan farmasi harus melengkapi persyaratan ketat dalam Cara-cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Obat esensial (OE) adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat mencakup upaya diagnosis, profilaksis, terapi dan tercantum, dalam Daftar Obat Esensial (DOEN) yang ditetapkan oleh mentri. OE dipilih yang relevan dengan pola penyakit, terbukti berkhasiat dan aman, dan cost-effectivenes.

Aksesibilitas terhadap obat dapat ditingkatkan dengan: 1. Pemilihan obat yang rasional; 2. Harga obat yang terjangkau; 3. Pembiayaan obat yang berkesinambungan dan 4. Sistem kesehatan dan suplai yang dapat diandalkan. Penggunaan OE yang rasional merupakan salah satu aktivitas pelayanan kesehatan, meminimalkan pemborosan dalam peresepan dan penggunaan obat. Akses kepada pelayanan kesehatan termasuk OE adalah merupakan bagian dari hak azasi yang mendasar. Dalam penelitian ini aksesibilitas dinilai berdasarkan ketersediaan obat, digunakan 40 jenis obat esensial inti dari WHO.