Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Studi Tindak Lanjut Data Sensus Penduduk 2010 Untuk Mendapat Penyebab Kematian Maternal Dan Penilaian Daerah Sistem Registrasi

Admin Web Pusat3 Kamis, 04 September 2014 - 13:37:15 WIB. | 1285

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu indikator derajat kesehatan adalah status kesehatan ibu yang dinyatakan dalam angka kematian ibu. Tingkat kematian ibu di Indonesia paling tinggi di negara-negara asia tenggara. Dalam rangka upaya penurunan AKI perlu adanya perencanaan kesehatan yang efektif dan efisien dengan didukung oleh ketersediaan informasi yang memadai.

Penyebab kematian maternal merupakan salah satu informasi yang dapat memberikan masukan kepada para perencana program kesehatan ibu. Sebagai upaya untuk mendukung ketersediaan data tentang kematian maternal, Sensus Penduduk (SP) 2010 telah memasukkan pertanyaan yang terkait dengan kematian maternal yaitu informasi tentang kematian perempuan 10 tahun ke atas yang meninggal pada periode kehamilan sampai dua bulan setelah melahirkan yang disebut pregnancy related death atau kasus yang diduga terkait dengan kematian maternal. Informasi tentang pregnancy related death baru pertama kali dikumpulkan pada SP 2010. Hasil SP2010 melaporan terdapat sekitar 8464 kasus pregnancy related death pada periode 1 Januari 2009 sampai saat pencacahan sensus (sekitar periode 17 bulan). Apabila dibandingkan dengan kasus kematian maternal pada SDKI 2007 sebesar kurang dari 100 kasus pregnancy related death, maka ketersediaan data kematian dari SP 2010 merupakan peluang emas bagi berbagai pihak untuk memanfaatkannya termasuk untuk mendapatkan pola penyebab kematian maternal dan memungkinkan untuk mendapatkan informasi keragaman pola penyebab kematian maternal menurut regional.

Di sisi lain, selama ini berbagai informasi tentang kematian di Indonesia termasuk kematian diperoleh melalui survei karena sistem registrasi di Indonesia sampai dewasa ini belum memadai. Sistem registrasi sipil adalah sumber data yang dinilai paling ideal untuk mendapatkan berbagai parameter angka kematian. Sebagai upaya ke arah ketersediaan informasi indikator kematian dan penyebab kematian secara rutin dari sistem registrasi sipil, maka Badan Litbang Kesehatan sejak tahun 2006 telah mengembangkan suatu Studi Peningkatan Sistem Registrasi Kematian dan Penyebab Kematian (Indonesia Mortality Registration System Strengthening Project/IMRSSP) di DKI, Kota Surakarta dan Kab. Pekalongan atas dukungan dari Univeritas Queensland, Australia. Pada Tahun 2007 WHO mendukung pembiayaan untuk perluasan daerah studi pada 8 Kab/Kota dari 4 Provinsi yaitu Kota Metro dan Lampung Utara (Lampung), Pontianak dan Sambas (Kalimantan Barat), Kab dan Kota Gorontalo serta Kota dan Kab Jayapura (Papua). Seberapa jauh keberhasilan sistem tersebut? Sensus Penduduk 2010 juga dapat dimanfaatkan untuk menilai completeness sistem registrasi kematian di daerah pengembangan yang sudah dirintis oleh Badan Litbang Kesehatan, dengan cara dual sistem.