Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Better Health


Penelitian Kohor Tumbuh Kembang Anak

Admin Kamis, 04 September 2014 - 13:38:36 WIB. | 1322

Anak sebagai harapan bangsa merupakan sebuah aset yang membutuhkan pemantauan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam siklus daur kehidupan tahapan tumbuh kembang anak adalah sejak dalam kandungan sampai berumur 18 tahun. Data Riskesdas 2010 menginformasikan prevalensi anak balita gizi kurang dan buruk sebanyak 17,9 %, anak pendek dan sangat pendek sebanyak 35,6 %, dan 14 % anak dengan status gizi gemuk 4. Informasi perkembangan anak secara nasional belum tersedia, namun beberapa penelitian yang dilakukan di beberapa lokasi yang berbeda menginformasikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara simultan, sehingga gangguan pertumbuhan pada anak akan diikuti oleh gangguan perkembangannya.

Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyakit dan konsumsi gizi, namun faktor lain yang secara tidak langsung juga berkaitan adalah sanitasi lingkungan, pola asuh, ketersediaan makanan, dan pelayanan kesehatan. Faktor tersebut tergantung pada keberadaan dan kontrol sumberdaya keluarga (manusia, ekonomi dan organisasi) yang dipengaruhi oleh potensi sumber daya. Secara makro sangat ditentukan oleh pendidikan keluarga, politik, struktur ekonomi dan ideologi.

Untuk mempelajari faktor risiko utama gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dilakukan penelitian kohort prospektif tentang tumbuh kembang anak, yaitu sejak janin sampai anak berumur 18 tahun. Pada tahun 2011 telah dilakukan persiapan penelitian kohor tumbuh kembang anak, dan selanjutnya studi kohort akan dilakukan sesuai tahap pertumbuhan anak yaitu tahun 2012 kohort pertumbuhan janin; tahun 2013 kohort tumbuh kembang bayi- lahir sampai umur 11 bulan; tahun 2014 – 2016 kohor tumbuh kembang anak umur 12 – 35 bulan; tahun 2017 – 2019 kohor tumbuh kembang anak umur 36 – 59 bulan; tahun 2020 – 2026 kohor tumbuh kembang anak umur 6 – 12 tahun, dan tahun 2026 -2032 kohor tumbuh kembang anak umur 13 – 18 tahun.

Kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2011 (tahap persiapan) adalah pengembangan protokol sesuai fase diatas, pengembangan kuesioner, penyusunan pedoman pengisian kuesioner, pedoman organisasi penelitian, uji coba instrumen, sosialisasi dan persiapan lokasi. Pada tahap ini hasil yang diperoleh adalah laporan persiapan kohor tumbuh kembang anak yang dilengkapi dengan 4 (empat) lampiran yaitu protokol penelitian kohor tumbuh kembang anak, kuesioner, pedoman pengisian kuesioner, dan pedoman perngorganisasian.

Lokasi uji coba akan dilakukan di Kota Depok, dan lokasi studi kohor akan dilakukan di Kabupaten dan Kota Bogor, dengan pertimbangan mobilitas penduduk Bogor rendah (walaupun bekerja di luar Bogor, namun setiap hari kembali ke rumah). Jumlah sampel uji coba sebanyak 360 orang (60 orang per kelompok umur janin, bayi, 12 – 35 bulan, 36 – 59 bulan, 6 – 12 tahun dan 13 – 18 tahun). Data uji coba akan dianalisis secara uji deskriptif untuk mengetahui proporsi data missing; Penilaian kelayakan kuesioner dan pedoman, serta hasil sosialisasi dianalisis secara kualitatif.