Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Tamu Dari WHO SEARO Terkait Perubahan Iklim

Admin Web Pusat3 Selasa, 14 April 2015 - 10:10:43 WIB. | 1134

Senin, 13 April 2015 Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat mendapat kunjungan dari perwakilan WHO SEARO, Kristie L. Ebi, PhD, MPH., beliau disambut oleh Kepala Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat (Pusat TIKM), Ketua PPI Pusat TIKM, serta pejabat struktural dan para peneliti yang terkait dengan penelitian mengenai Perubahan Iklim.  

Dalam kunjungan ini Kristie ingin mengetahui tentang regulasi serta penelitian yang sudah dan sedang dilakukan oleh Pusat TIKM.  Pemerintah melalui Bappenas telah mengeluarkan  Indonesia Climate Change Sectoral Road Map untuk sektor kesehatan pada tahun 2010. Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan Permenkes No. 1018/MENKES/PER/V/2011 tentang Strategi Adaptasi Sektor Kesehatan terhadap Dampak Perubahan Iklim dan Permenkes No. 035 Tahun 2012 tentang Pedoman Identifikasi Faktor Risiko Kesehatan Akibat Perubahan Iklim. Secara garis besar penelitian di Pusat TIKM mengenai Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan sudah dimulai sejak 2010 dengan mengumpulkan baseline data penyakit dari 12 kab/kota di 6 provinsi. Dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan model surveilans dampak perubahan iklim untuk Prov. Lampung, Jawa Tengah, dan Bali pada tahun 2011-2014. Pada tahun 2015 akan dilakukan penelitian mengenai penilaian kerentanan dan adaptasi dampak perubahan iklim di Prov. Lampung, Jawa Tengah, dan Bali.

Untuk dapat lebih mengembangkan kemampuan para peneliti diharapkan bisa didapatkan bantuan dari WHO SEARO untuk melakukan capacity building untuk metode dan teknik analisis data seperti statistik time series untuk proyeksi, penilaian kerentanan wilayah, pengembangan model adaptasi sesuai kondisi setempat (lokal spesific), penelitian menyangkut pengaruh perubahan iklim terhadap status gizi, pengembangan dan aplikasi early warning system, serta update informasi kondisi penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesehatan di negara lain.