Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat yang Berbasis Bukti


Pemutakhiran Model Surveilans Dampak Kesehatan Perubahan Iklim Di Provinsi Lampung, Jawa Tengah, dan Bali Tahun 2014

Admin Selasa, 14 April 2015 - 11:09:37 WIB. | 1120

Telah dilakukan penelitian dan pengembangan Pemutakhiran Model Surveilans. Dampak Kesehatan Perubahan Iklim Di Provinsi Lampung, Jawa Tengah, dan Bali. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian dan pengembangan model/sistem surveilans dampak perubahan iklim terhadap kesehatan yang telah dibangun sejak  tahun 2011 dan telah dilakukan ujicoba  pada tahun 2012.

Tujuan pemutakhiran model/sistem tersebut adalah  mengembangkan variabel faktor risiko dari salah satu penyakit sesuai dengan kemampuan daerah ujicoba,  pemutakhiran dan pengembangan software, web,  dan evaluasi sistem (petugas pelaksana, infrastruktur, pembiayaan, waktu dan frekuensi pengumpulan data, dll).  Data dan informasi yang dikumpulkan adalah surveilans
(pengumpulan dan analisis) 5 jenis penyakit (malaria, DBD, diare, ISPA, ILI, dan pneumonia), data iklim (CH, HH. S, dan K, serta informasi proyeksi iklim), dan variabel yang terkait dengan penyelenggaraan surveilans dampak kesehatan perubahan iklim.

Data penyakit diperoleh dengan cara import dari sistem SKDR yang berada di Ditjen P2PL, dan data iklim adalah dengan cara import dari BMKG. Informasi tentang penyelenggaraan surveilans diperoleh dengan cara wawancara dengan petugas surveilans dampak kesehatan perubahan iklim Badan Litbang Kesehatan, petugas SKDR di provinsi dan pusat, dan petugas BMKG pusat dan daerah.  Selain itu juga dilakukan observasi terhadap seluruh proses penyelenggaraan surveilans dampak kesehatan perubahan iklim. 

Hasil menunjukkan bahwa telah dilakukan pemutakhiran terhadap operasional model/sistem surveilans dampak kesehatan perubahan iklim yang meliputi penambahan informasi, tampilan grafik dan telah dapat dilihat tanyangannya dalam web. Berdasarkan pemutakhiran tersebut, surveilans dampak kesehatan perubahan iklim  selama tahun 2014 di Provinsi Lampung dan Bali dapat berjalan dengan baik, yang ditunjukkan terkumpulnya data penyakit (malaria, DBD, diare, ISPA, ILI, dan pneumonia) dan data iklim (CH, HH.S, dan K) untuk melengkapi data mingguan yang telah dikumpulkan sejak tahun 2011 di Provinsi Lampung dan Bali dengan kelengkapan relatif lebih baik dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah. Hasil evaluasi terhadap model/sistem surveilans dampak kesehatan perubahan iklim menunjukkan bahwa dari aspek aspek software, web, petugas yang menyelenggarakannya;  proses tersebut belum seluruhnya berjalan dengan baik.  Masih terdapat kendala yang ditemui, yaitu ketepatan pengiriman data dari sistem SKDR di Ditjen P2PL maupun  data  iklim dari BMKG.

Berdasarkan data yang telah dukumpulkan dapat diketahui hubungan antara kejadian penyakit diare dengan berbagai variabel iklim yang dinyatakan dengan berbagai persamaan regresi. Hasil analisis korelasi dan antara penyakit dengan iklim cukup bervariasi. Dari persamaan regresi dapat diketahui bahwa kejadian penyakit malaria, DBD, diare, ISPA, ILI, dan pneumonia dipengaruhi oleh  CH,HH. S, K, dan kejadian penyakit satu dan dua minggu sebelumnya.  Dari persamaan regresi juga dapat memprediksi kejadian penyakit di waktu yang akan datang. Dapat disimpulkan bahwa untuk menjalankan model/sistem surveilans dampak kesehatan perubahan iklim perlu adanya komitmen semua yang terlibat (Kementerian Kesehatan dan BMKG). Model/sistem ini  dapat menyediakan informasi bagaimana pengaruh iklim terhadap pola
kejadian penyakit serta prediksinya.