Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Better Health


Studi Implementasi Layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) Pada RS Rujukan HIV-AIDS di Provinsi Jawa Barat Tahun 2014

Admin Selasa, 14 April 2015 - 12:07:38 WIB. | 1151

Penularan HIV-AIDS pada ibu rumah tangga sudah semakin mengkhawatirkan dan ibarat fenomena gunung es. Jawa Barat sebagai salah satu dari lima provinsi tertinggi di Indonesia dengan jumlah kasus HIV-AIDS dan merupakan provinsi dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi, sehingga harus mendapatkan intervensi terbaik untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak, terutama yang diakibatkan oleh infeksi HIV. Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) merupakan program yang sudah dilakukan di Indonesia sejak tahun 2004. Kementerian Kesehatan RI sudah menunjuk beberapa rumah sakit untuk dapat menjadi pusat rujukan PPIA di wilayahnya. Namun belum dapat diketahui bagaimana implementasinya selama ini.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana implementasi layanan PPIA di RS Rujukan HIV-AIDS di Provinsi Jawa Barat, yaitu RS Hasan Sadikin, RSUD Kota Bandung, RSUD Kota Bekasi, dan RS Marzoeki Mahdi. Implementasi layanan PPIA dilihat dari bagaimana kesiapan tenaga medis dan tenaga pendukung dalam memberikan layanan PPIA, kesiapan sarana dan prasarana, kendala layanan, dukungan dari Kelompok Dukungan Sebaya/Komisi Penanggulangan AIDS Daerah, dukungan dan monitoring evaluasi dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota masing – masing, serta bagaimana karakteristik ibu positif HIV pengguna layanan PPIA di keempat RS tersebut beserta pasangannya. Penelitian dilakukan pada tahun 2014 dengan disain penelitian cross sectional dengan pendekatan mix methode research.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan keempat RS berbeda-beda dalam implementasi layanan PPIA, namun sebagian besar karena ketidaksiapan dalam hal sarana prasarana (reagen, obat-obatan, alkes, ruangan, pemeriksaan laboratorium), kurangnya pelatihan, masih adanya stigma dari tenaga kesehatan, serta belum adanya jaminan keamanan dan keselamatan bagi tenaga kesehatan pemberi layanan PPIA.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah RS Hasan Sadikin merupakan yang paling siap dalam implementasi layanan PPIA, RSUD Kota Bandung masih harus melengkapi obat-obatan dan pemeriksaan laboratorium terkait HIV-AIDS, RSUD Kota Bekasi masih memerlukan sosialisasi dan pelatihan agar tidak ada stigma lagi dari tenaga kesehatan, RS Marzoeki Mahdi masih memerlukan sosialisasi, pelatihan, kelengkapan alat pelindung diri, komitmen pimpinan dan sebagainya agar dapat segera memberikan layanan persalinan bagi ibu positif HIV.