Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles

Studi Kohor Tumbuh Kembang Anak Di Kelurahan Kebon Kalapa, Ciwaringin, Babakan, Babakan Pasar dan Panaragan Tahun 2014

Admin Rabu, 15 April 2015 - 10:18:54 WIB. | 714

Seribu hari pertama kehidupan (sejak janin dalam kandungan sampai anak umur 23 bulan) merupakan entri point kualitas sumberdaya manusia dikemudian hari. Sepertiga anak Indonesia pendek merupakan indikasi adanya gangguan pertumbuhan terjadi inter-generasi. Gangguan pertumbuhan anak akan diikuti oleh gangguan perkembangannya serta berisiko menderita  penyakit tidak menular pada rentang usia remaja-dewasa.

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak serta faktor risikonya. Pada tahun 2014, penelitian kohor tumbuh kembang anak adalah baseline 800 ibu pra hamil di 5 kelurahan. Pemantauan pertumbuhan ibu hamil dan anak setiap bulan, dan perkembangan anak setiap tiga bulan sejak anak berumur 6 bulan, konsumsi dan morbiditas dilakukan setiap bulan. Secara keseluruhan  jumlah responden yang dipantau sebanyak 800 ibu pra hamil. Jumlah kumulatif ibu hamil yang sudah melahirkan sejak tahun 2012 sampai bulan Oktober tahun 2014 adalah  401 ibu hamil dan 403 bayi (dua ibu melahirkan bayi kembar).

Hasil penelitian menginformasikan bahwa  pertambahan berat badan ibu selama hamil dengan rerata 9,8 (±5,6) kg, lebih rendah dari anjuran IOM 2009. Sebanyak 22,7% ibu hamil dengan pertambahan berat badan dibawah 9,8 kg. Faktor risiko utama pertambahan berat badan ibu pra hamil adalah IMT Pra Hamil (RR = 3,1) setelah di kontrol faktor faktor umur ibu, paritas, berat badan pra hamil, tinggi badan, konsumsi energi, konsumsi protein, batuk, pilek, panas dan diare.  Berat dan panjang bayi lahir adalah 3211 (±415 gram dan 48,9 (±2,1) cm. Pertambahan berat badan ibu selama kehamilan merupakan faktor utama berat bayi lahir berisiko PTM < 3000 gram (RR=3,6) setelah dikontrol faktor tinggi badan ibu, IMT ibu pra hamil, paritas, umur ibu, jenis kelamin bayi, pernah sakit infeksi sedikitnya sekali selama kehamilan, konsumsi energi dan protein. Tinggi badan  ibu merupakan faktor risiko utama panjang bayi lahir berisiko PTM < 50 cm setelah dikontrol faktor pertambahan berat badan ibu selama kehamilan, IMT ibu pra hamil, paritas, umur ibu, jenis kelamin bayi, pernah sakit infeksi sedikitnya sekali selama kehamilan, konsumsi energi dan protein (RR=3,4). Proporsi bayi dengan berat lahir < 3000 gram sebesar 36,5% dan proporsi bayi dengan panjang lahir < 48 cm sebesar 60,5%. Pertumbuhan bayi sampai umur 23 bulan dibawah standar WHO 2006.  Gangguan pertumbuhan bayi sudah dimulai sejak bayi berumur 2 bulan, disebabkan pola asuh makan yang tidak baik. Perkembangan (kognisi, bahasa reseptif dan ekspresif, motorik halus dan kasar) anak dibawah anak seusia nya sudah terjadi sejak bayi berumur 0-6 bulan.  Sebanyak 40 persen bayi/anak semua aspek perkembangan (kognisi, bahasa reseptif dan ekspresif, motorik halus dan kasar) terlambat dibawah usia nya. Perkembangan kognisi anak yang lahir dengan berat < 3000 gram secara bermakna lebih rendah dari anak yang lahir dengan berat ≥ 3000 gram. Perkembangan perilaku adaptif  anak yang lahir < 50 cm secara bermakna lebih rendah dari anak yang lahir ≥ 50 cm. Proporsi anak yang perkembangan ( kognitif, bahasa reseptif, bahasa ekspresif, motorik halus dan motorik kasar) dibawah anak seusainya lebih banyak pada anak yang lahir dengan berat < 3000 gram dan panjang lahir < 50 cm, dibanding anak yang lahir dengan berat ≥ 3000 gram dan panjang lahir ≥ 50 cm.

Kesimpulan yang dapat diambil adalahpertambahan berat badan ibu dibawah anjuran IOM 2009. Faktor utama pertambahan berat badan ibu hamil adalah IMT ibu sebelum hamil. Rerata berat lahir bayi sesuai median WHO 2006, sedangkan rerata panjang lahir bayi lebih rendah median WHO 2006. Faktor utama berat lahir adalah pertambahan berat badan ibu selama kehamilan, dan tinggi badan ibu merupakan faktor utama panjang lahir. Pertumbuhan bayi sampai umur 23 bulan dibawah standar WHO 2006. Gangguan pertumbuhan bayi sudah dimulai sejak bayi berumur 2 bulan dan perkembangan (kognisi, bahasa reseptif dan ekspresif, motorik halus dan kasar) anak dibawah anak seusia nya sudah terjadi sejak bayi berumur 0-6 bulan.