Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak melalui Ponsel Cerdas

Annisa Rizkianti Selasa, 26 Mei 2015 - 08:20:39 WIB. | 1510

Berkat teknologi telepon seluler yang semakin canggih serta kemudahan informasi yang dapat diakses dengan hanya sentuhan jari, kini kebutuhan akan aplikasi berbasis mobile menjadi semakin meningkat. Selain itu, unsur kepraktisan masih menjadi alasan utama mengapa aplikasi ponsel ini semakin diminati oleh penggunanya, termasuk aplikasi kesehatan yang berfungsi untuk memantau status gizi dan kesehatan ibu dan anak.

Di Indonesia, pengembangan aplikasi yang sejenis belum banyak dilakukan. Salah satu contoh aplikasi pemantauan kesehatan yang telah berhasil dioperasikan pada sistem teknologi ponsel berbasis Android adalah GIZMIL. Aplikasi yang diciptakan oleh beberapa mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Gajah Mada ini mampu membantu para ibu hamil untuk memantau kesehatan kehamilannya serta memperoleh pengetahuan yang bermanfaat tentang gizi.

Selain pemantauan kesehatan ibu, pemantauan pertumbuhan balita juga dinilai sangat penting untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan (growth faltering) sejak dini. Untuk mengetahui pemantauan pertumbuhan tersebut, idealnya balita ditimbang secara rutin setiap bulan oleh tenaga kesehatan di Posyandu. Akan tetapi, menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, masih ada sekitar 30% balita yang tidak pernah ditimbang dalam enam bulan terakhir.

Berdasarkan latar belakang tersebut, pada tahun 2015, beberapa peneliti gizi di Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat tengah melakukan studi mengenai pengembangan aplikasi pemantauan tumbuh kembang anak melalui aplikasi ponsel berbasis Android. Dengan konsep mengadaptasi buku KMS yang telah umum dikenal di masyarakat, aplikasi ini nantinya dapat memperlihatkan gambaran pola pertumbuhan balita yang diukur dari konsumsi harian balita (24 hours recall) dan tiga indikator status gizi (TB/U, BB/U dan BB/TB), serta gambaran pola perkembangan motorik dan sensoriknya. Dengan kata lain, pengembangan aplikasi berbasis mobile diharapkan mampu membantu para ibu untuk memantau kesehatan balitanya secara lebih mudah dan praktis.

Penelitian ini dilakukan selama kurun waktu dua tahun yaitu 2015 dan 2016. Kegiatan yang dilakukan pada tahap awal (2015) mencakup pengembangan protokol dan prototipe aplikasi, uji coba aplikasi, launching hingga sosialisasi. Sementara lokasi uji coba akan dilakukan di Bekasi, Jawa Barat dengan sampel sejumlah ibu yang memiliki balita berusia 0 hingga 59 bulan.