Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


PERTEMUAN ILMIAH BERKALA BADANPENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN

Basuki Rachmat Selasa, 16 Juni 2015 - 15:41:34 WIB. | 1140

JAKARTA-pusat3.litbang.depkes.go.id, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan kembali mengadakan pertemuan ilmiah berkala pada tanggal 10 juni 2015. Pertemuan ini di hadiri oleh kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K).DTM&H, MARS, DTCE, Sekretariat Badan Ria Soekarno, S.KM, MCN, Kepala Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat Dr.Dede Anwar Musadad, SKM.,M.Kes, dan Kepala Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat drg. Agus Suprapto, M.Kes.

Pertemuan ini membahas tentang hasil dua penelitian  yang dilakukan oleh tim peneliti dari unit Eselon II, Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, dengan judul penelitian “Studi Kohor Tumbuh Kembang Tahun 2014” dan “Studi Kohor Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2011-2014. Sesi pertama materi di bawakan oleh  Dr.Ir. Anies Irawati, M.Kes,  mempersentasikan hasil penelitian  “Studi Kohor Tumbuh Kembang Tahun 2014”. Pada sesi ke dua di bawakan oleh Dr.dr. Julianty Pradono, MS dengan materi hasil penelitian “Studi Kohor Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2011-2014”. Sebagai moderator dalam pertemuan Ilmiah Berkala ini adalah Prof. dr. Emiliana Tjitra, M.Sc,Ph.D.

Hadir dalam pertemuan sebagai pembahas ke satu, utusan dari Direktorat Gizi dan KIA, Kepala Sub Direktorat Bina Gizi Makro,Bapak  IIP Syaiful, SKM, M.Kes. Beliau berpendapat diantaranya “Diadakan program anjuran status gizi untuk perempuan yang akan hamil, misalnya tinggi badan minimal 150 cm dan tidak menderita anemia”. Selain itu beliau juga berpendapat “Anjuran Berat Badan (BB) bayi minimal 3000 gram dan Panjang Badan (PB) 50 cm pada saat lahir, supaya tidak berisiko PTM adalah hal baru”. Beliau juga memberikan apresiasi atas studi kohor, dengan harapan studi ini di dapat memberikan hasil penelitian yang menunjang perencanaan pelaksana program.

Pembahas ke dua di hadirkan dari Universitas Indonesia,  Prof. Dr. dr. Keshari Supeni Djoko Sujono, M.Sc. Pendapat beliau diantaranya “Tujuan penelitian ini sudah jelas, jadi studi dimulai sejak dalam kandungan”. Selain itu hasil penelitian “Ibu dengan anemia pertambahan berat badannya paling tinggi yaitu 9,8 kg. Ini perlu di analisis lebih lanjut”. Sehingga hasil dari penelitian tersebut dapat di buat “Standar baru untuk pertambahan berat badan ibu hamil untuk Indonesia”. Penelitian ini sudah menunjukkan pentingnya 1000 HPK sehingga “Penelitian ini bisa dilanjutkan sampai anak-anak berumur 17 tahun”.

Selanjutnya pembahas ke tiga dihadirkan dari Direktorat P2PL, Kepala Sub Direktorat Jantung Ibu dr. Lily Banonah Rivai, M.Epid. Beliau berpendapat “Untuk kohor PTM, Penelitian ini akan memperkuat program di Direktorat PTM, PTM tidak hanya tanggung jawab sektor kesehatan, perlu kerjasama lintas sektor”. Selain itu belau juga mempertanyakan “Untuk pengukuran PJK, harus ada interpretasi 3 dokter jantung. Jika pendapat 3 dokter tidak sama bagaimana?”. Beliau juga memperkenalkan istilah PATUH untuk melawan PTM “P =Pantau lingkar perut, A = Atur Pola makan, T = Kendalikan Tekanan darah, U = Upayakan teteap beraktifitas fisik, H = Hindari rokok, alkohol dan zat Karsinogenik lainnya).

Pembahas ke empat di hadirkan dari WASPADA, “mengapresiasi untuk penelitian ini, mengharapkan tahun mendatang bisa menghasilkan yang lebih baik lagi dan bisa menyasar wilayah penelitian yang lebih luas” kata Ibu Dian. Demikian disampaikan hasil pertemuan Ilmiah Berkala Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan. (Basuki R)