Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) Hasil Penelitian

Basuki Rachmat Selasa, 16 Juni 2015 - 15:42:48 WIB. | 1571

JAKARTA-pusat3.litbang.depkes.go.id. Studi Kohor Tumbuh Kembang Anak di lakukan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dengan ketua peneliti Dr dr Julianty Pradono M.Sc , dan penanggung jawab pelaksanaan studi Kohor Tumbuh Kembang Anak adalah Dr.Ir.Anies Irawati, M.Kes. Salah satu yang melatar belakangi penelitian ini adalah pentingnnya gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Seribu hari pertama kehidupan, yaitu 270 hari selama masa didalam kandungan dan 730 hari selama masa 2 tahun pertama paska lahir. Risiko Kekurangan Gizi pada 1000 hari pertama kehidupan akan berpotensi terjadinya beberapa penyakit dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, yaitu penyakit tidak menular, Pendek/Stunting, dan hambatan kognitif. Berat lahir < 3000 gram berisiko terjadinya penyakit tidak menular ketika anak dewasa.

 

Hasil studi kohor tumbuh kembang anak  di tahun 2014 didapat; 1). Pertambahan Berat badan selama kehamilan sebesar 9.8 Kg (lebih Rendah dari anjuran Institut Of Medicine (IOM), 2009); 2). Ibu hamil kekurangan konsumsi energi, protein, dan gizi mikro terutama Zinc, asam folat dan Fe pada trimester 1, 2, dan 3; 3). Ibu hamil dengan indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil < 18,5 kg/m2 (kurus) berisiko 3.1 kali mempunyai pertambahan berat badan selama kehamilan <9.8 kg; 4). Ibu hamil dengan IMT sebelum hamil <18,5 Kg/m2(kurus) berisiko 3,6 kali mempunyai anak dengan berat lahir < 3000 gram; 5). Ibu hamil dengan tinggi badan<150 cm berisiko 3.4 kali mempunyai anak lahir dengan panjang kurang dari 50 cm (WHO,2005); 6). Sekitar 40% anak, mengalami keterlambatan pada semua aspek perkembangan (kognitif, bahasa, motorik) dan gangguan perkembangan sudah mulai terjadi sejak umur kurang dari 6 bulan.

 

Berdasarkan hasil penelitian tersebut direkomendasikan, 1). Perlu meningkatkan pelayanan di Posyandu bagi remaja, calon ibu hamil, dan khususnya ibu hamil dengan ukuran antropometri berisiko, 2). Bayi yang lahir dengan berat lahir < 3000 gram dan panjang lahir < 50 cm perlu stimulasi pengasuhan bayi sejak dini agar gangguan perkembangan dapat dicegah, 3). Menggalakkan pola makan yang baik, dengan mengkonsumsi makanan yang lebih bervariasi dan bergizi, serta tidak mengandung garam tinggi.

 

Demikian disampaikan hasil penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan Ilmiah Berkala Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan. Semoga hasil penelitian ini dapat memudahkan di dalam perencanaan program dan menjadi salah satu rujukan keilmuan di bidang Penyakit Tidak Menular dalam  dunia kesehatan.