Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Pertemuan Ilmiah Berkala (PIB) Hasil Penelitian

Basuki Rachmat Selasa, 16 Juni 2015 - 15:43:21 WIB. | 3046

JAKARTA-pusat3.litbang.depkes.go.id. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan kepada orang lain. Penyakit tidak menular biasanya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Walaupun seseorang dekat atau terjadi kontak dengan tubuh penderita, penyakit tetap tidak akan berpindah dan menular ke orang yang melakukan kontak.

 

Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2011-2014 dilakukan di Kota Bogor, dengan ketua penelitian Dr.dr. Julianty Pradono, MS. Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil penelitian RISKESDAS tahun 2013 yang menunjukkan angka prevalensi PTM utama (Penyakit Jantung Koroner, Stroke, dan Diabetes Melitus) di kota Bogor berada di atas rerata Nasional.

 

Penelitian ini melibatkan responden awal 5290 orang, dimana responden yang aktif terlibat sebanyak 4829 responden  (Drop out 4,9%). Responden terdiri dari responden laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 25-65 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati populasi (Responden) sama selama 10 tahun sampai terjadi kejadian (3 PTM utama). Desain penelitian studi adalah kohor prospektif (dinamis).

 

Populasi merupakan penduduk tetap dari Rukun Tetangga (RT) di 5 kelurahan yang terdapat di Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor (bukti KK dan KTP). Pengambilan sampel (sampling) dilakukan dengan sukarela atau konsekutif, sampai jumlah sampel terpenuhi dengan kriteria bersedia dilakukan follow up (pemantauan). Studi kohor PTM melakukan follow up setiap 3 bulan dan 2 tahun melakukan pemeriksaan lengkap kepada responden.

 

Dari hasil penelitian Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2011-2014, didapatkan data Proporsi PTM utama dan umur termuda sebagai berikut; 1). Responden terserang Penyakit Jantung Koroner (PJK) sebesar 16,9% dengan usia termuda 31 tahun; 2). Responden terserang Penyakit Diabetes Melitus sebesar 8.8% dengan usia termuda 26 tahun; 3). Responden terserang Penyakit Stroke sebanyak 1.6 % dengan usia termuda 22 tahun (Responden pernah terserang Stroke di usia ini); 4). Responden terserang Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sebanyak 5.5 % dengan usia termuda 40 tahun; 5). Responden terindikasi Suspek Kanker Paru sebanyak 1.9 % dengan usia termuda 27 tahun; 6). Responden terindikasi IVA Positif sebanyak 1.8 % dengan usia termuda 26 tahun; 7). Responden terserang Kanker Serviks sebesar 0.1% dengan usia termuda 48 tahun; 8). Responden terindikasi Suspek Kanker Payudara sebanyak 1.7 % dengan usia termuda 25 tahun.

 

Selain data tersebut didapatkan pula Angka Kejadian Baru (Incidence Rate). Incidence rate adalah jumlah seluruh kasus baru yang muncul pada sebuah kasus dalam rentang waktu tertentu. Kasus yang di maksud disini adalah pengukuran terhadap kejadian penyakit baik dari segi umur, jenis kelamin, kehidupan sosial ekonomi, dan dari segi lainnya.

 

Angka Kejadian Baru (Incidence Rate) yang didapat dalam penelitian Studi Kohor Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2011-2014 yaitu, 1). 7 0rang per 1000 penduduk per tahun terserang penyakit Stroke; 2). 14 orang per 1000 penduduk per tahun terserang Penyakit Jantung Koroner (PJK); 3). 24 orang per 1000 penduduk per tahun terserang Penyakit Diabetes Melitus.

 

Selain hasil tersebut, hasil lain dari penelitian Studi Kohor Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2011-2014 diantaranya adalah,  1). Indikasi Sindrom Metabolik diperoleh 415 kasus untuk periode 2 tahun; 2). Urutan tingkat fatalitas adalah stroke (10 kasus), Diabetes Melitus (8 Kasus), Penyakit Jantung Koroner (PJK) (7 Kasus); 3). Rerata tekanan darah penderita PJK, DM dan Stroke lebih besar dibandingkan responden tanpa PJK, DM, dan Stroke dengan pola sama seiring perjalanan waktu; 4). Pola kecepatan munculnya insiden secara berurutan adalah Diabetes Melitus (170 kasus baru), PJK (105 kasus baru), dan Stroke (51 kasus baru); 5). Kenaikan tekanan darah (≥140/90 mmHg) dan Obesitas Sentral berperan besar atas kejadian PTM utama (PJK, Stroke, dan DM); 6). Lima penyebab kematian terbanyak adalah Hypertensive Heart Disease (19.1%), Stroke (16.9%), Penyakit Jantung Iskemik (13.5%), Diabetes Melitus (9%), dan TB paru (9%).

 

Dari hasil penelitian tersebut direkomendasikan, 1). Perlu segera meningkatkan kewaspadaan dini dan tindakan pencegahan dengan pengendalian faktor risiko; 2). Model intervensi pencegahan lebih diprioritaskan pada pengendalian factor risiko Hipertensi sebagai factor risiko utama; 3). Perlu kerjasama dengan Rumah Sakit (bagian Medical Record) untuk data mendapatkan penyebab kematian bagi responden yang meninggal.

 

Demikian disampaikan hasil penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan Ilmiah Berkala Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan. Semoga hasil penelitian ini dapat memudahkan di dalam perencanaan program dan menjadi salah satu rujukan keilmuan di bidang Penyakit Tidak Menular dalam  dunia kesehatan. Sukses selalu Peneliti Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat.