Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Better Health


Mengenal apa itu "SURVEI INDIKATOR KESEHATAN NASIONAL (SIRKESNAS)"

Admin Jumat, 01 April 2016 - 16:22:10 WIB. | 1765

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) telah melakukan berbagai Riset besar di Bidang Kesehatan. Salah satu Riset yang sedang di lakukan oleh Badan Litbangkes pada saat ini adalah Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas). Survei Indikator Kesehatan Nasional merupakan survei antar Riskesdas yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun untuk memantau pencapaian target indikator kinerja Kementerian Kesehatan.

Pada tahun 2007, 2010 dan 2013 Badan Litbangkes telah menyelengarakan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dengan tujuan untuk menilai keberhasilan program pembangunan kesehatan. Riskesdas menghasilkan informasi terkait capaian target indikator pembangunan kesehatan dan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). Data hasil Riskesdas digunakan untuk menilai keberhasilan program pembangunan kesehatan dan dimanfaatkan untuk perbaikan perencanaan pembangunan kesehatan.

Pada awalnya pelaksanaan Riskesdas dilakukan secara berkala setiap 3 tahun sekali, akan tetapi terdapat perubahan menjadi 5 tahun sekali. Pelaksanaan Riskesdas menjadi 5 tahun sekali membuat data hasil Riskesdas dirasakan cukup lama. Sehingga untuk pencapaian target pembangunan kesehatan, diperlukan pemantauan dari waktu ke waktu, hingga diperlukan Survei antar Riskesdas yang dapat memantau pencapaian target indikator kesehatan setiap tahun. Survey penghubung antar riskesdas ini di sebut Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas).

Menurut Kepala Badan Litbangkes Sirkesnas adalah riset evaluatif terhadap capaian program kesehatan yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Hasil Sirkesnas sangat penting untuk dijadikan umpan balik terhadap perbaikan menajemen pembangunan kesehatan nasional. Kedepan, Sirkesnas akan dilakukan setiap tahun dan diharapkan terbangun sistem yang kuat sehingga penelitian bisa didelegasikan ke daerah.

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015 - 2019 terdapat 174 indikator Kesehatan. Sedangkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019 terdapat 28 indikator kesehatan. Sehingga Total indikator kesehatan yang harus dipantau pencapaiannnya oleh Kementerian Kesehatan sebanyak 195 indikator.

Pemantauan 195 indikator kesehatan dilakukan melalui system pelaporan pusat sebanyak 172 indikator, pelaporan rutin dari daerah sebanyak 35 indikator, dan Survei sebanyak 36 indikator. Badan Litbangkes berperan dalam pementauan 36 indikator kesehatan melalui Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas).

Survei Indikator Kesehatan Nasional merupakan kegiatan Survei di tingkat komunitas (community based), di tingkat Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota (facility based). Pelaksanaan Survei Indikator Kesehatan Nasional dilakukan secara serempak di 34 provinsi dengan jumlah kabupaten / kota yang menjadi lokasi survei sebanyak 261 kabupaten/kota.

Jumlah Rumah Tangga (RT) yang akan di survei pada kegiatan Survei Indikator Kesehatan Nasional adalah 30.000 RT. Survei ini melibatkan tenaga enumerator sebanyak 1600 orang dengan latar belakang pendidikan minimal D3, Kesehatan masyarakat, bidan, perawat, Analis Kesehatan, Farmasi dan pendidikan kesehatan lainnya. Serta melibatkan Penanggung Jawab Teknis (PJT) Provinsi dan Kabupaten/Kota sebanyak 313 orang. PJT memiliki peran yang sangat penting membimbing, mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan pengumpulan data di lapangan.

Data hasil pelaksanaan pengumpulan data di lapangan akan di serahkan ke Laboratorium Manajemen Data untuk di Analisis dan di dapatkan hasil data sesuai dengan indikator kesehatan Nasional yang di harapkan. Sehingga Data dapat di gunakan untuk memantau pencapaian target indikator kinerja Kementerian Kesehatan RI.

Penulis: Basuki