Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


WORKSHOP TRAINING OF TRAINER (TOT) "RISET PENYAKIT TIDAK MENULAR 2016"

Basuki Rachmat Jumat, 08 April 2016 - 07:19:56 WIB. | 1569

JAKARTA-pusat3.litbang.depkes.go.id. (Bekasi, 21/3) – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) pada tanggal 19-24 Maret 2016 bertempat di Hotel Horison Bekasi, telah melakukan kegiatan Workshop Training of Trainer Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2016. Kegitan  secara resmi di buka oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto, MHP, DTM pada Senin Tanggal 21 Maret 2016.  

 

Secara Umum Riset Penyakit Tidak Menular (PTM), bertujukan untuk mendapatkan angka prevalensi wanita   (usia 25 - 64 tahun) dengan tumor payudara dan lesi prakanker serviks di daerah perkotaan Indonesia. Kepala Badan Litbangkes menyampaikan dalam sambutannya, bahwa peran riset dalam pembangunan kesehatan ada tiga yaitu: 1). Riset berperan untuk mengukur besar masalah dan penyebabnya;  2). Riset menawarkan solusi perbaikan terhadap pembangunan kesehatan; 3). Hasil riset di gunakan sebagai referensi untuk mengevaluasi pencapaian program pembangunan kesehatan (riset evaluatif).

 

Berdasarkan katagori tersebut, Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) masuk ke dalam peran pertama, dimana Riset PTM mencoba mengukur besaran masalah dan penyebap tumor payudara dan lesi prakanker serviks pada wanita   usia 25 - 64 tahun di tingkat Nasional. Cara pengukuran dilakukan melalui pemeriksaan tumor payudaradengan metode SADANIS/CBE (Pemeriksaan Payudara Klinis) dan Lesi pra kanker serviks dengan IVA positif pada wanita usia 25-64 tahun. Menurut Kepala Badan Litbangkes “Riset PTM ini di design dengan pendekatan stepwise artinya semua diukur mulai dari diit, prilaku yang khusus terkait dengan tumor payudara dan lesi pra kanker serviks sampai dengan pemeriksaan darah”.

 

Riset PTM  sangat menjaga validitas dan Reliabilitas di dalam pelaksanaan kegiatan. Sehingga ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu validitas internal dan eksternal. Validitas internal maksudnya adalah enumerator mengukur apa yang seharusnya terukur, sehingga pelatihan ini sangat penting untuk menjaga konsistensi enumerator yang dilatih agar paham dan terampil dalam pengunaan alat pengukur dan dalam melakukan wawancara dengan mengunakan Instrumen Kuesioner Riset Penyakit Tidak Menular. Tujuannya adalah agar kualitas data yang dihasilkan dari pengukuran dan wawancara, dapat dilakukan seragam secara nasional. Sedangkan validitas eksternal adalah seberapa jauh sampel yang kita ukur dapat menggambarkan populasi.

 

Kepala Badan Litbangkes mengatakan bahwa riset itu penting karena membantu sistem manajemen pembangunan kesehatan nasional yang merupakan salah satu tujuan pembanguanan nasional. Oleh karena itu ada idiom yang mengatakan “There is no health development without good planning, there is good planning without valid data and information, there is no good data and information without research, there is no research without reseacher”. Para peneliti riset PTM ini merupakan pasukan bhakti husada dalam rangka untuk mengumpulkan data dan informasi untuk perbaikan pembangunan kesehatan nasional. Semoga tim bhakti husada tetap kuat dan kokoh untuk melaksanakan tugas mulia ini.

 

Peserta Workshop Training of Trainer (TOT)Riset PTM terdiri dari PJT Provinsi dan Kabupaten/Kota, Tim Manajemen Koordinator Wilayah, Tim Teknis, Tim Manajemen Data, Tim Pakar, Tim Validasi dan Tim Manajemen Pusat. Kegiatan dimulai dengan melakukan Pretestkepada seluruh PJT Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dilanjutkan dengan Pengantar tentang Riset PTM, Pengantar cara perolehan sampel, besar sampel dan Populasi Sampel. Pembekalan materi terkait kuesioner Riset PTM dengan mempelajari dan membahas pedoman Kuesioner. Pembekalan materi program entri data Riset PTM yang di keluarkan oleh Manajemen Data Badan Litbangkes. Pembelajaran mengenai cara operasional dan pengukuran. Serta pengetahuan tentang pertanggung jawaban Administrasi kegiatan penelitian di Lapangan.

 

Setelah pembekalan materi selesi, para PJT Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan Ujicoba praktek pengumpulan data dilapangan yang berlokasi Lingkungan Masyarakat sekitar Hotel Horison, yaitu melakukan pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran mengunakan alat ukur, satu responden wanita usia 25-64 tahun pada rumah tangga (RT) sampel, akan melalui pemeriksaan tumor payudaradengan cara SADANIS/CBE (Pemeriksaan Payudara Klinis) dan Lesi pra kanker serviks dengan IVA positif di Puskesmas yang di tunjuk.

 

Kuesioner hasil Ujicoba pengumpulan data yang telah ter isi, di periksa (Edit) oleh para PJT Provinsi dan Kabupaten/Kota. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh para PJT Provinsi dan Kabupaten/Kota kuesioner hasil ujicoba di lapangan di pergunakan sebagai bahan untuk latihan Entry data mengunakan program Manajemen Data Riset PTM. Sebelum di lakukan penutupan, para para PJT Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan post Test untuk mengukur kemajuan peningkatan pengetahuan peserta selama mengikuti training.