Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles

Perkembangan dan Penanganan Data SIRKESNAS Tahun 2016

Basuki Rachmat Senin, 27 Juni 2016 - 00:42:48 WIB. | 943

JAKARTA-pusat3.litbang.depkes.go.id.Survei Indikator Kesehatan Nasional (SIRKESNAS) merupakan kegiatan Survei di tingkat komunitas (community based), di tingkat Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota (facility based). Pelaksanaan SIRKESNAS dilakukan secara serempak di 34 provinsi dengan jumlah kabupaten / kota yang menjadi lokasi survei sebanyak 261. Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data SIRKESNAS tahun 2016 dilakukan dengan kontrol dan mutu yang terjaga kualitasnya.

 

Berdasarkan laporan perkembangan puldata SIRKESNAS tahun 2016 di kutip dari web: http://labmandat.litbang.depkes.go.id/sirk16 pada tanggal 25 Juni 2016. Kegiatan pengumpulan data telah berakhir, dari kegiatan tersebut di dapatkan data sementara diantaranya; Data kesehatan komunitas sebanyak 1199 BS (Blok Sensus), data di tingkat Puskesmas sebanyak 371, dan data di tingkat Dinas Kesehatan kab/kota sebanyak 252.

 

Proses Manajemen Data

Data hasil pengumpulan data yang berbentuk kuesioner di periksa oleh Penangung Jawab Teknis (PJT) Kab/Kota, setelah yakin tidak ada yang tertinggal, serta sesuai dengan hasil wawancara dan pengukuran. PJT Kab/Kota memberikan perintah ke pada enumerator untuk melakukan entry data kuesioner dengan mengunakan program entry SIRKESNAS tahun 2016 yang di buat dengan mengunakan software Cspro 6.1. Entry kuesioner komunitas dilakukan setiap 1BS, baru bisa dilanjutkan dengan BS berikutnya. Langkah ini dilakukan agar data yang di entry pada BS pertama tidak bercampur dengan BS selanjutnya. Setelah satu BS selesai di Entry, di lakukan proses zip untuk memudahkan dalam pengiriman file dan file tidak tercampur dengan file BS lainnya. Sebelum melakukan zip di sarankan untuk melakukan backup data pada drive C: SKN 2016, langkah ini berguna ketika terdapat kesalahan pada data yang dikirim sehingga bisa langsung melakukan perbaikan. Prosedur ini juga di gunakan untuk melakukan entry kuesioner Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

 

Proses pengiriman data dilakukan dengan mengunakan e-mail resmi SIRKESNAS, yang di tujukan ke Penangung Jawab Data Provinsi. Penangung Jawab Data Provinsi bertugas memeriksa setiap data yang di kirimkan dari PJT Kab/Kota. Melakukan cleaning awal dan menyampaikan hasil koreksi kepada PJT Kab/Kota tentang jenis kesalahan dan cara memperbaiki kesalahan pada saat melakukan entry data kuesioner.

 

Pada umumnya kesalahan entry data yang sering terjadi di antaranya, pengetikan kode blok sensus yang masih mengunakan kode blok sensus sebelumnya, nomor kode sampel yang doble, dan nomor bangunan sensus yang tertukar. Cara memperbaikinya mudah dengan melakukan get file data yang salah, pilih update data dan pilih kode NKS yang salah dan langsung menuju ke tempat yang salah dalam melakukan entry data. Setelah perbaikan selesai PJT Kab/Kota di minta untuk mengirimkan file zip ke Penangung Jawab Data Provinsi.

 

Data yang sudah di cleaning awal oleh Penangung Jawab Data Provinsi di kirim ke Laboratorium Manajemen Data. Data ini di lakukan cleaning lanjutan dan di Analisis sesuai dengan indikator kesehatan Nasional yang di harapkan. Sehingga Data dapat di gunakan untuk memantau pencapaian target indikator kinerja Kementerian Kesehatan RI.