Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Pengalaman Perijinan Penelitian Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Malaria Melalui Implementasi "Baccilus Thuringiensis H-14 Isolat Salatiga" di Area Gugus Pulau Kabupaten Maluku Tengah

Basuki Rachmat Kamis, 21 Juli 2016 - 09:12:24 WIB. | 14936

JAKARTA-Pusat3.litbang.co.id. Pelaksanaan kegiatan pengurusan ijin penelitian Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Malaria Melalui Implementasi “Baccilus Thuringiensis H-14 Isolat Salatiga” di Area Gugus Pulau Kabupaten Maluku Tengah dan Maluku Tenggara Barat Tahun 2016 telah dilakukan pada Tanggal 12 s/d 17 April 2016. Perijinan dilakukan ke tiga lokasi yaitu; Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, Dinas Kesehatan Maluku Tenggara Barat.

 

Perijinan penelitian ini meliputi kegiatan; 1). Pengurusan ijin penelitian administrasi, yaitu ijin yang berasal dari Kantor Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten/Kota; 2). Penyampaian Ijin secara lisan dan tulisan (penyampaian surat ijin dan protokol penelitian) kepada Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota; 3). Meminta arahan lokasi penelitian kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan kriteria khusus yaitu, terdapat kolam/lagon yang terdapat jentik Anopheles sp., terdapat ibu hamil yang tinggal di sekitar lokasi, terdapat pohon kelapa yang produktif sedang berbuah di sekitar lokasi, lokasi berada di lingkungan puskesmas gugus, kolam/lagon tidak dalam kondisi tercemar limbah industri; 4). Menyampaikan tahapan penelitian sampai dengan output penelitian; 5). Meminta bantuan kepada pihak Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota, di dalam koordinasi keterlibatan dan peran serta masyarakat serta tenaga kesehatan setempat pada penelitian ini. 6). Melakukan pengecekan anggaran (SBM sesuai SK Gubernur Maluku), agar tidak terjadi kesalahan dalam pembayaran saat melakukan kegiatan penelitian.

 

Dengan didanpingi petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi perijinan pertama pada tanggal 13 April 2016 dilakukan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Saat itu Tim bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Ibu dr. Juliana Ch. Ratuanak dan Kepala Bidang P2PL Ibu Catharina. A.C. Utukaman, S.Si, Apt. Dari hasil anjang sana dengan Ibu Kepala Dinas di peroleh informasi bahwa ternyata beberapa penelitian Litbang Kesehatan pernah melakukan penelitian di MTB, antara lain Alm. Prof. Drs. Supratman Sukowati, MS, Ph.D, Sehingga dengan demikian beliau tidak asing dengan penelitian dari Litbang Kesehatan. Penentuan lokasi berdasarkan keriteria yang di sampaikan, di tentukan kolam/lagon yang terletak di lingkungan puskesmas Lolurun.

 

Kegiatan perijinan kedua dilakukan pada tanggal 14 April 2016 ke Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah. Tim bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah Bapak dr. Jeni Adijaya M.A.P dan Kepala Bidang P2PL Bapak Darwin Lubis, SKM, M.Kes. Berdasarkan arahan kepala dinas, lokasi yang memenuhi keriteria untuk dijadikan tempat penelitian yaitu kolam/lagon yang terletak di lingkungan kerja puskesmas Amahai dan Puskesmas Layeni.

 

Setelah proses perijinan di Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah dan Dinas Kesehatan Maluku Tenggara Barat selesai, Tim melaporkan kegiatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Saat itu Tim bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Ibu dr. Ike Pontoh. Kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi disampaikan bahwa tim telah bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Tengah. Berdasarkan hasil anjang sana dan lapor diri, di laporkan bahwa lokasi pengumpulan data di kabupaten Kabupaten Maluku Tenggara Barat akan dilakukan pada kolam/lagon yang terletak lingkungan kerja Puskesmas Lolurun. Sedangkan lokasi pengumpulan data di Kabupaten Maluku Tengah akan dilakukan pada kolam/lagon yang terletak di lingkungan kerja Puskesmas Amahai dan Puskesmas Layeni.

 

Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam implementasi penggunaan Baccilus Thuringiensis H-14 Isolat Salatiga di area gugus pulau pada Kabupaten Maluku Tengah dan Maluku Tenggara Barat. Peran serta masyarakat pada prinsipnya menumbuhkan kemampuan masyarakat dalam pengendalian vektor malaria di lingkungan tempat tinggal mereka. Melalui potensi sumber daya manusia lokal dan potensi sumber daya alam. Potensi ini dapat di kembangkan dan di manfaatkan dalam pengendalian vektor malaria melalui bimbingan petugas kesehatan yang telah dilatih untuk melakukan implementasi penggunaan Baccilus Thuringiensis H-14 Isolat Salatiga. Sehingga di harapkan nantinya terbentuk sebuah model intervensi kesehatan di wilayah gugus pulau melalui proses keterlibatan masyarakat dalam pengendalian vektor malaria di daerah endemis.