Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles

Pertemuan Kader persiapan Follow Up 2 Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular

Yunita Jumat, 02 September 2016 - 14:21:56 WIB. | 945

Studi kohor faktor risiko PTM direncanakan akan berlangsung selama 10 tahun diikuti oleh responden 25 tahun keatas baik laki-laki dan perempuan. Tujuan Penelitian untuk mendapatkan angka kejadian penyakit tidak menular utama, antara lain:penyakit jantung koroner, diabetes mellitus dan stroke, juga untuk mendapatkan periode kecepatan timbulnya penyakit tidak menular utama tersebut dan faktor risiko penyebab.

 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara rutin 3x dalam setahun dengan interval 3 bulan.Setiap 2 tahun dilakukan pemantauan lengkap yang meliputi wawancara, pengukuran (antropometri), pemeriksaan tekanan darah, EKG (rekam jantung), rontgen paru, dan pemeriksaan neurologi. Juga dilakukan pemeriksaan laboratorium darah (kadar gula darah dan profil lipid)dan genomic (dilakukan di Pusat 1: Puslitbang Biomedis danTeknologi Dasar Kesehatan). 

 

Pada tanggal 3 Juni 2016. Kohor Penyakit Tidak Menular (PTM) menyelenggarakan pertemuan kader persiapan follow up 2 tahun 2016, berlokasi di Aula Puslitbang Sumber Daya Pelayanan Kesehatan, Jl. Dr. Sumeru No. 63, Bogor. Pesertanya adalah kader kelurahan Kebon Kelapa, Babakan Pasar, Babakan, Ciwaringin, Panaragan yang berjumlah  151 orang. 

 

Sebelum dilakukan kegiatan dilapangan, kader yang biasa praktik di lapangan diberikan penyegaran dalam pelatihan pengukuran lingkar perut, berat badan, mengukur tekanan darah, dll.

 

Pertemuan tersebut dibuka oleh Ketua Penelitian yakni Ibu Dr.dr. Julianty Pradono, MS yang memaparkan rencana jadwal Follow Up 2 tertanggal 13-25 Juni 2016 dalam outline yang disajikan, Persiapan Pengumpulan Data  antropometri dan pengukuranTekanan Darah.

 

Pembicara kedua yakni Kepala Puskesmas mendeka, dr. Irma yang menjelaskan tentang pengaturan jadual kegiatan di Puskesmas Merdeka berkaitan dengan kegiatan Posbindu PTM. (posbindu rutin diliburkan pada bulan puasa untuk Keluraha Ciwaringin dan Panaragan).Yang dilanjutkan dengan penyusunan jadual kegiatan.

 

Penyegaran dilakukan oleh tim kohor, antara lain: Ibu Ratih Oemiati, AFM,S.Pd menerangkan mengenai pengukuran tekanan darah. Pemaparan mengenai pengukuran lingkar perut dijelaskan oleh Ibu Sulistyowati Tuminah,S.Si. Pengukuran lingkar perut pada perut buncit harus dilingkarkan pada bagian perut yang paling besar.Pengukuran lingkar perut harus dilakukan ditempat yang tertutup.

 

Kader yang dilatih pada saat workshop telah disesuaikan dengan tugasnya pada saat kegiatan follow up di lapangan. Misal: kader A pada saat workshop mengukur lingkar perut, maka pada saat kegiatan follow up juga bertugas mengukur lingkar perut.

 

Pada pertemuan penyegaran kader juga dibagikan undangan untuk diserahkan pada masing-masing responden, agar dapat hadir pada saat kegiatan di lapangan pada hari dan jam yang ditentukan.Setiap Posbindu terdiri dari 5 kader yang bertanggungjawab pada wilayahnya masing-masing.

 

Hasil pemeriksaan dikomunikasikan kepada responden agar responden mengetahui kondisi kesehatannya dan semakin semangat mengikuti kegiatan follow up. Semua hasil pemeriksaan dicatat di buku log book responden masing-masing, agar responden mengetahui dan juga bisa ikut melakukan follow up kesehatannya secara mandiri.