Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Workshop model percepatan penanggulangan masalah stunting di Kabupaten Tasikmalaya

Yunita Selasa, 20 Desember 2016 - 09:17:22 WIB. | 738

Saat ini Indonesia dihadapkan pada percepatan perbaikan gizi yang difokuskan pada  Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang bertujuan untuk percepatan penurunan prevalensi stunting . Stunting adalah masalah gizi kronis yang penanggulangannya tidak cukup hanya dilakukan oleh sektor kesehatan tetapi juga diperlukan kerjasama lintas sektor. Telah banyak program yang dilaksanakan di daerah baik program intervensi spesifik maupun intervensi  sensitif , tetapi prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2007 dan tahun 2013 tidak banyak berubah( 36,8%  – 37,2 %.) . Tujuan penelitian ini mengetahui permasalahan dalam  implementasi program perbaikan gizi serta memperoleh alternatif solusi pemecahan  nya untuk percepatan perbaikan gizi 1000 HPK.. Penelitian  dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat  karena yang memiliki ranking Indeks IPKM  urutan ke ke 25  dan prevalensi stunting tinggi (41,73%).. Responden  penelitian  adalah  kepala Dinas, pengelola dan pelaksana program yang terkait program intervensi spesifik dan sensitif  1000 HPKbaik  dinas kesehatan  maupun lintas sektor Pemda Kabupaten Tasikmalaya. .

 

Pada tanggal 4 November 2016,  dilaksanakan Workshop  “Model Percepatan Penanggulangan Masalah Stunting di kabupaten Tasikmalaya” bertempat di ruang rapat Kepala Daerah tingkat II  (Bupati) Kabupaten Tasikmalaya anggota DPRD . Dalam workshop hadir, Staf ahli Bupati, anggota DPRD  komisi 4,  kepala dinas Kesehatan  dan para kepala dinas/SKPD (Satuan Kerja Pelaksana Daerah)  atau yang mewakili yang terkait program 1000 HPK.. Tujuan dilaksanakan Workshop adalah untuk menyampaikan hasil penelitian ““Model Percepatan Penanggulangan Masalah Stunting di kabupaten Tasikmalaya” serta merekomendasikan alternatif solusi dalam permasalahan percepatan penanggulangan stunting di kabupaten Tasikmalaya.

 

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa sebagian besar capaian kinerja indikator spesifik  sudah baik  namun masih ditemukan permasalahan seperti  dana, sarana dan prasarana yang masih kurang memadai, rendahnya kepatuhan ibu hamil mengonsumsi TTD, promosi IMD dan ASI eksklusif yang masih kurang,  pemantauan pertumbuhan dan surveilans gizi belum berjalan optimal. Sebagian besar SKPD sudah melaksanakan program yang terkait  intervensi sensitif namun dalam penyusunan perencanaan program  belum melibatkan SKPD laindan belum memanfaatkan data stunting sebagai pendukung penentuan wilayah sasaran progam.  

 

Alternatif solusi yang di rekomendasikan kepada pemerintah daerah Tasikmalaya adalah 1) Mengintensifkan edukasi gizi ke semua lapisan masyarakat baik melalui saluran pendidikan formal maupun non formal.2) Perlu peningkatan pengetahuan Pokjanal dan kader posyandu melalui pelatihan atau penyegaran  mengenai pemantauan pertumbuhan balita. 3) Surveilans gizi perlu di optimalkan  dengan salah satunya memanfaatkan data hasil penimbangan di posyandu  5) Dalam  perencanaan  program intervensi sensitif di masing masing SKPD diharapkan  menggunakan data  stunting  sebagai dasar  penentuan  lokus dan sasaran bersama sehingga semua sektor terkait dapat menentukan  peran masing masing  untuk   percepatan penurunan stunting di kabupaten Tasikmalaya.