Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Community Based Health


Perilaku Berisiko Kesehatan pada Pelajar SMP dan SMA di Indonesia

Admin Kamis, 05 Januari 2017 - 11:56:17 WIB. | 597

Badan Litbang Kementerian Kesehatan bersama dengan World Health Organization telah melakukan Survei Kesehatan berbasis Sekolah untuk pelajar SMP dan SMA pada tahun 2015 di Indonesia. Survei kesehatan anak sekolah ini menggunakan instrument Global School-based Health Survey yang dikembangkan oleh World Health Organization dan US CDC. Di Indonesia, survei serupa telah dilakukan pada tahun 2007, 2008 dan 2015. Pada survei tahun 2015, dapat memberikan gambaran permasalahan perilaku berisiko kesehatan pada pelajar SMP dan SMA secara nasional.

Survei kesehatan berbasis sekolah ini mencakup pelajar SMP dan SMA dengan rentang usia 12-18 tahun. Kuesioner yang digunakan bersifat Self Reported dan Anonymous. Jumlah data terkumpul: 11.163 siswa dan jumlah sampel terbobot: 11.110 dengan jumlah total laki-laki: 5.090 dan total perempuan: 6.020 dari 75 sekolah di 26 Provinsi di 68 Kabupaten/Kota. Provinsi Bali, Maluku, Malut, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, DIY tidak terpilih dalam proses pemilihan sampel acak.


HIGHLIGHTS

  • Pelajar laki-laki lebih banyak yang mempunyai perilaku berisiko terkait merokok, hygiene dan sanitasi kurang baik, pernah konsumsi minuman beralkohol, kurang konsumsi sayur buah, pernah konsumsi mariyuana, pernah melakukan hubungan seksual, dan mengalami kekerasan fisik.
  • Pelajar perempuan lebih banyak yang mempunyai perilaku berisiko terkait kebiasaan tidak sarapan, konsumsi ‘’fast food” dan kurang aktivitas fisik
  • Sebagian dari pelajar perempuan merasa kesepian dan khawatir berlebihan
  • Sekitar 2 dari 10 pelajar laki-laki merokok
  • Paparan asap rokok menjadi ancaman bagi setidaknya 7 dari 10 pelajar
  • Sekitar 2 dari 10 pelajar laki-laki pernah mengalami kekerasan fisik oleh guru
  • Perilaku seksual berisiko mengancam sekitar 3.9% pelajar

Merokok

  1. Persentase peserta didik yang merokok dalam 30 hari terakhir sebesar 22% pada laki-laki dan 1.6% pada perempuan (persentase total 11.6%)
  2. Persentase perokok pasif pada peserta didik adalah sebesar 81.9% pada laki-laki dan 73.4% pada perempuan (persentase total 77.6%)

Higiene dan Sanitasi

  1. Persentase peserta didik dengan kebiasaan sikat gigi <2 kali sehari sebesar 10.8% (15.7% pada laki-laki dan 6.1% pada perempuan)
  2. Persentase perilaku cuci tangan kurang baik (tidak pernah/ jarang/ kadang-kadang cuci tangan dengan sabun) adalah sebesar 36.3% (39.8% pada laki-laki dan 33% pada perempuan)

Kebiasaan Makan

  1. Persentase tidak biasa sarapan (tidak pernah/ jarang/ kadang-kadang) sebesar 44.6% (39.2% pada laki-laki dan 49.7% pada perempuan)
  2. Persentase konsumsi ‘fast food’ >=1 kali seminggu sebesar 54.4% (52.6% pada laki-laki dan 56.2% pada perempuan)
  3. Persentase konsumsi minuman bersoda >=1 kali sehari sebesar 27.9% (30.7% pada laki-laki dan 25.3% pada perempuan)
  4. Persentase konsumsi buah <1 kali sehari atau tidak sama sekali sebesar 36.1% (37.5% pada laki-laki dan 34.8% pada perempuan)

Gangguan Jiwa

  1. Persentase merasa kesepian (terkadang, hampir setiap saat dan selalu) sebesar 46.01% (39.7% pada laki-laki dan 52% pada perempuan).
  2. Persentase merasa khawatir berlebih (terkadang, hampir setiap saat dan selalu) sebesar 42.18% (38% pada laki-laki dan 46.14% pada perempuan).
  3. Persentase ingin bunuh diri sebesar 5.2% (4.3% pada laki-laki dan 5.9% pada perempuan)
  4. Persentase pernah di ‘bully’ dalam 30 hari terakhir sebesar 20.6% (24.1% pada laki-laki dan 17.4% pada perempuan)

Aktifitas Fisik

  1. Persentase kurang aktifitas fisik (*) sebesar 32.1% (30.8% pada laki-laki dan 33.3% pada perempuan).

(*)aktifitas fisik: setidaknya 60 menit dalam sehari dalam satu atau lebih hari selama 7 hari terakhir.


Konsumsi Obat Terlarang dan Minuman Beralkohol

  1. Persentase pernah mengkonsumsi minuman beralkohol minimal satu kali sehari dalam 30 hari terakhir sebesar 4.4% (7.3% pada laki-laki dan1.6% pada perempuan)
  2. Persentase pernah mengkonsumsi mariyuana sebesar 1.7% (2.6% pada laki-laki dan 0.8% pada perempuan)

Perilaku Seksual

  1. Persentase dipaksa melakukan hubungan seksual sebesar 4.3% (5.2% pada laki-laki dan 3.5% pada perempuan).
  2. Persentase pernah melakukan hubungan seksual sebesar 5.3% (6.9% pada laki-laki dan 3.8% pada perempuan)

Kekerasan Fisik

  1. Persentase kekerasan fisik oleh guru sebesar 13.5% (19.9% pada laki-laki dan 7.5% pada perempuan).
  2. Persentase kekerasan fisik oleh pacar sebesar 10.3% (15% pada laki-laki dan 5.6% pada perempuan).


SARAN

  1. Masih terdapat kesenjangan pemahaman tentang pentingnya program kesehatan sekolah dari persepsi lintas sektor baik di tingkat pusat maupun daerah
  2. Kebutuhan untuk pengembangan program kesehatan sekolah termasuk :
  • peningkatan dukungan kebijakan pelaksanaan UKS untuk landasan hukum yang lebih kuat (PP UKS) bagi pelaksanaan yang lebih efektif dan berkelanjutan di daerah
  • peningkatan kapasitas sekolah dan substansi UKS yang lebih ke arah perilaku hidup sehat
  • pengembangan metode edukasi dan pelayanan kesehatan remaja yang lokal spesifik sesuai kebutuhan di daerah baik dalam kondisi sumber daya terbatas maupun yang lebih memadai.
  • Memanfaatkan ‘kader kesehatan di sekolah’ sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat sekolah
  • Pemanfaatan sumber dana daerah untuk UKS (BOS, BOK, Dana Desa, dan sumber dana lainnya)

Sumber Data: Survei Kesehatan Anak Sekolah SMP dan SMA di Indonesia Tahun 2015