Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Better Health


Pra rapat kerja puslitbang upaya kesehatan masyarakat 2017 : tingkatkan kinerja dan kebersamaan pegawai

Yunita Senin, 27 Februari 2017 - 12:42:10 WIB. | 405

Acara pra rapat kerja puslitbang upaya pada tanggal 22-24 Februari 2017 di Hotel Seruni 3 Puncak Bogor, Jalan Raya Pirus Cisarua Bogor Jawa Barat dihadiri oleh 112 peserta.  Acara diawali dengan pembukaan doa oleh Pak Hasyimi kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya selanjutnya adalah laporan dari Ketua Kegiatan yakni Kepala Bagian Tata Usaha yang menjelaskan mengenai bahwa acara ini dapat terselenggara atas partisipasi pegawai puslitbang upaya kesehatan masyarakat dan diharapkan acara dapat dapat berjalan dengan baik hingga akhir acara.

 

Selanjutnya adalah arahan dari Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat yakni dari  substansi bahwa semua kegiatan penelitian harus tepat sasaran secara BIS DTPK atau Germas.Tugas peneliti adalah harus belajar metode penelitian terbaru, metode tidak hanya berputar pada FGD, Indepth Interview, metode lain harus dipelajari, dengan persentasi power point yang terbarukan.Untuk peneliti  usia muda harus diback up kemampuan presentasinya jika perlu ada pelatihan presentasi riset. 

 

Kemudian  paparan PAR ( Participatory Action Research) disampaikan oleh Bu Julianti Pradono yaitu tipe dan tujuan PAR bervariasi tergantung dari konteks dan tujuan. Contoh : penelitian yang terdiri dari beberapa partisipan, kontinum kekuasaan dipegang oleh konstitusi peneliti, sementara komite penasihat memegang konseptual sehingga otoritas pada peneliti sangat sedikit.Perbedaan penekanan paradigma antara penelitian tradisional dan penelitian PAR. Pada penelitian tradisional penekanannya pad belajar tentang sedangkan pada PAR belajar dari dan belajar. Pada penelitian tradisional objektivitas penelitian dan subyek dinilai sedangkan pengalaman subyektif dari subyek juga dinilai.Pada penelitian tradisional peneliti bertindak sebagai professional sedangkan pada PAR peneliti bertindak sebagai konsultan, peneliti, dst.

 

Lalu ada  sesi tanya jawab diantaranya: Pak Miko menanyakan mengenai metode dalam posisi desain ada dimana apakah masuk dalam desain studi? Dan  juga berkaitan dengan posisi atara peneliti dan subyek peneliti seolah peneliti mengadakan intervensi penelitian. Teman-teman dari Kesling juga sudah mengetahui tentang PAR di Kesling ada namanya COTX.Apakah perbedaan antara PAR sebagai program dan PAR sebagai tujuan penelitian. Jadi barangkali jika ini akan menjadi desain utama badan litbang mungkin akan di perjelas mengenai konsep biar tidak ada perbedaan, Pak Joko Irianto menjawab bahwa memang untuk PAR termasuk CORA. Masih ada sebagian yang berpandangan untuk segi CORA hal ini masih bagus. Kemudian Bu Juliati juga menjawabnya yakni PAR salah satu metode penelitian.

 

Selanjutnya panduan diskusi per kelompok  Bidang yakni :Identifikasi Road Map Penelitian, PAR, CORA, Strategi pencapaian SKP 2017 danStrategi Pembinaan Peneliti. Dan Diskusi Kelompok Tata Usaha antara lain:Strategi pencapaian SKP 2017, RKBMN 2017, SOP Tata Usaha.

 

Materi berikutnya adalah wawasan  kebangsaan NKRI oleh Bapak Ario Santiko, MSi,  yang menjelaskan bahwa zaman majapahit, desantara meliputi Indonesia-Cina. Wilayah Sumatera pada terkenal dengan wilayah swarna dipa yaitu pulau yang menyala-nyala karena banyak tambang emas dan titik api dan pada wilayah jawa adalah jawa dwipa yakni terkenal dengan pulau padi karena pusat agraris dan pulau yang paling subur.