Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Better Health


Intervensi kesehatan dengan paduan aspek budaya lokal untuk mengubah pola perilaku kesehatan di masyarakat

Yunita Rabu, 05 April 2017 - 11:04:51 WIB. | 341

Acara parade riset etnografi kesehatan dan riset intervensi kesehatan berbasis budaya, 3 April 2017, di  Gedung Prof. Sujudi Auditorium, Prof. Dr. Siwabessy lantai 2, Kuningan Jakarta Selatan, dihadiri oleh antara lain unit utama kementerian kesehatan, satuan kerja kementerian kesehatan, Dinas Kesehatan, Poltekkes,dan dari Sekolah Menengah Atas.

 

Kegiatan ini dibuka oleh Laporan Kepala Pusat dari Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yakni Bapak Dr. Dede Anwar Musadad, M.Kes bahwa sejak tahun 2012 Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan telah melakukan 87 studi etnografi kesehatan dan intervensi kesehatan dan menghasilkan 72 buku etnografi.

 

Selanjutnya paparan dari Kepala Badan Litbang Kesehatan yaitu Bapak dr. Siswanto MHP, DTM antara lain bahwa dari hasil-hasil riset tsb bahwa mengubah perilaku masyarakat haruslah memperhatikan “struktur budaya masyarakat” yang mencakup konsepsi masyarakat sehat-sakit, konsepsi penyakit, pola sikap dan perilaku, tata nilai dan norma masyarakat dengan pendekatan intervensi kesehatan dan sehingga kalau bekorelasi positif dapat dipertahankan akan tetapi kalau berkorelasi negatif  diubah untuk menjadi positif. Hal ini juga berhubungan dengan dua program yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan yakni Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

 

Kemudian pembahasan mengenai riset etnografi di berbagai wilayah Indonesia antara lain di Lanny Jaya, Papua yakni adanya uapacara Barapen sebagai wahana perdamaian dan kekerabatan atar warga yaitu dengan memanggang babi menggunakan batu yangdipanaskan dan proses memasak seperti ini ternyata membuat daging tidak matang sempurna sehingga menyebabkan penularan cacing pita lebih mudah. Rekomendasi yang dilakukan adalah dengan intervensi kepada pihak gereja dan penggembala ikut memberdayakan masyarakat dan pihak dinas peternakan untuk mengawasi pelaksanaan upacara Barapen. Tindak lanjut pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu promosi kesehatan.


Selain itu, riset yang dilakukan di Kabupaten Kampar, Riau yaitu adanya pijat uruik dalam mengurangi rasa nyeri pada persalinan, Pijat uruik dari penggunaan redaman daun paku banyak dipraktekkan masyarakat yang dapat mengurangi rasa sakit pada saat persalinan dilakukan oleh dukun. Namun kenyataannya banyak jumlah kematian ibu tinggi dan trauma rasa nyeri waktu lahir. Rekomendasi yang dilaksanakan  adalah dengan kemitraan bidan dan dukun, yakni bidan menolong persalinan dan dukun yang melakukan pijat uruik yang sudah dimodifikasi. Tindak lanjut oleh daerah adalah adanya revitalisasi kemitraan antara bidan dan dukun.