Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Menjaga stabilitas alat pemeriksaan darah untuk menghasilkan data yang akurat

Yunita Kamis, 05 Oktober 2017 - 14:02:57 WIB. | 40

Kegiatan pengumpulan data Studi Kohor faktor Risiko Penyakit Tidak Menular, tanggal 11 September-30 September 2017, yang berlangsung di gedung Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan di Jl. Dr. Semeru No 63,  Bogor, bertujuan untuk menyiapkan data longitudinal secara prospektif dalam ranka mendapatkan informasi prediktor utama (faktor perilaku biomedis, genomik) dari kejadian sindrom metabolik (hipertensi, hiperglikemia, displidemia, obesitas), dan kejadian Penyakit Tidak Menular utama (penyakit jantung koroner, kanker, strok, diabetes mellitus, PPOK) serta kecepatan atau lamanya perubahan faktor risiko menjadi Penyakit Tidak Menular utama riwayat alamiah penyakit dan standar faktor risiko (dosis/kadar/indeks/frekuensi) terjadinya penyakit pada masyarakat Indonesia. Sasarannya penelitian ini adalah penduduk yang berusia 25 tahun ke atas hingga 65 tahun, dari Rumah Tangga (RuTa) yang terpilih Rumah tangga dan warga terpilih untuk menjadi peserta dalam kegiatan ini.

 

Dr. Ekowati Raharjeng, M.Kes, peneliti puslitbang upaya kesehatan masyarakat, mengungkapkan bahwa kegiatan pengumpulan data ini dilakukan 2 tahun sekali yang dilakukan antara lain pemeriksaan jantung, neurologi, serta difollow up juga pola makan serta riwayat kesehatan responden yang didata sejak tahun pemeriksaan klinis. Responden ini dari tahun 2011 sudah mulai dilakukan pemeriksaan lalu tahun 2013, 2015  dan 2017, jadi sudah ada 4x pemeriksaan kesehatan pada responden tersebut.

 

Supervisi  Bapak Dr. dr. Felly Philipus Senewe, M.Kes selaku Plh. Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat menyatakan kepada penanggung jawab alat ABX pentra 400, bahwa sebaiknya sangat berhati-hati untuk mengambil kesimpulan dari alat, karena berhungan dengan masyarakat dan masyarakat biasanya saling baca untuk hasil pemeriksaan dari tes darahnya, kalau bagus dan tidaknya alat maka informasi akan menyebar luas juga alat  tersebut sangat sensitif dengan lingkungan dan temperatur di ruangan. Maka untuk hasil yang stabil diperlukan dari pengembangan alat-alat kesehatan sehingga negara dapat berkembang dapat menjaga keakuratan data.