Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Evaluasi dan solusi untuk kegiatan penelitian serta SOP pegawai

Yunita Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:07:24 WIB. | 151

Kegiatan Progress Penelitian DIPA Tahun 2017 berlangsung di Arch Hotel Bogor pada tanggal 9-11 Oktober 2017 dihadiri oleh Kepala Puslitbang Uskesmas, Pejabat Struktural,peneliti dan seluruh staf.

 

Acara tersebut diawali dengan pemaparan mengenai penelitian kohor Penyakit Tidak Menular, progress kegiatan secara umum oleh Ibu Dr. dr. Julianti Pradono, MS: Kegiatan penelitian secara umum berjalan sesuai rencana/ jadwal yang sudah ditentukan,.Ada beberapa kendala/ masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan kegiatan. Kendala/ masalah teknis SDM : Keterbatasan SDM terutama pada saat penyusunan instrumen dan awal pengumpulan data, Ada kendala dg Dept. Neurologi RSCM karena masalah MOU, pemeriksaan laboratorium. Perubahan alat pemeriksaan laboratorium menyebabkan beberapa kendala di lapangan. (Alat, hasil pemeriksaan, ppembagian resume hasil kepada responden). Rencana kegiatan selanjutnyaPengumpulan data FU 3 di Posbindu. Kegiatan  akan dilaksanakan tgl 13 – 28 Oktober 2017 untuk responden tahap 2, Kegiatan dilakukan di posbindu, meliputi wawancara PTM, perilaku, dan  gizi; pengukuran antropometri dan tekanan darah; pemeriksaan rapid tes gula darah puasa dan kolesterol: Entri data, kegiatan ini  akan dilaksanakan pertengahan Oktober (menunggu program entri baru): Cleaning data dilakukan Minggu kedua November; Analisis data dan penyusunan laporan akan dilaksanakan mulai minggu ketiga November dan Analisis data mengundang pakar statistik dan konsulen penyakit.

 

Kemudian penjelasan dari penelitian evaluasi pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita kurus dan ibu hamil KURANG ENERGI KRONIK (KEK) Pemberian Makanan Tambahan dari Bu Ir. Hermina, M.Kes, bahwa hasil sementara penelitian dari data kualitatif yang di 10 prov, 26 Kab/Kota, 52 Puskesmas. Dan untuk Indikator input nya adalah kebijakan & perencanaan, untuk pengadaan ;

  • Jumlah PMT  dihitung berdasarkan  prevalensi balita kurus hasil PSG Tahun 2015 (di pusat) .
  • Pengadaan di provinsi berdasarkan kiriman dari  pusat.

Hampir semua Kab/Kota tdk tersedia PMT, tetapi PMT ada di Puskesmas;

Pengadaan di Puskesmas bervariasi tergantung  kebijakan provinsi & Kab/Kota. Serta  penetapan sasaran yaitu dengan kriteria  penentuan sasaran sangat bervariasi dan ketidak tepatan sasaran  menyebabkan:

  1. Penerima PMT tidak selalu balita kurus (BB/TB), tetapi masih menggunakan kriteria lama yaitu balita BGM, balita gizi kurang (BB/U), gakin;
  2. Penerima PMT ibu hamil tidak selalu ibu hamil KEK dan  diberikan kepada semua ibu hamil atau gakin.

Bu Dr. Ekowati Rahajeng, M.Kes  menanyakan mengenai apa yang harus diperbaiki untuk program yang dilakukan secara manajaerial dan operasional?, dan dijawab oleh Ibu Hermina dan tim antara lain yaitu evaluasi program masih dicampur dan akan dipilah, secara kebijakan sudah disusun dengan baik, secra manajerial akan coba diperbaiki, dan diperjelas masalah di amanajerial dan operasional.

Selanjutnya untuk staf Bagian Tata Usahanya adalah membuat standar operasional prosedur masing-masing subbagian pada kegiatan sehari-harinya yang tercantum di sasaran kerja pegawai dan membandingkan juga dengan list kegiatan di Sekretariat Balitbangkes dalam rangka reformasi birokrasi aparatur sipil negara.