Style Switcher
Theme Skins

Layout Styles
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Mengawal Upaya Kesehatan Masyarakat Berbasis Bukti


Review rekomendasi kebijakan penelitian kajian dan implementasinya

Yunita Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:29:24 WIB. | 130

Kegiatan penyusunan rekomendasi kebijakan Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat pada tanggal 12-14 Oktober 2017 di Grand Mercure Hotel Kemayoran. Acara dihadiri oleh Subbagian Program dan Kerjasama, Peneliti Kajian dan tim serta administrasinya.

Paparan diawali oleh Ibu Sri Irianti, SKM, MPhil,PhD, menjelaskan penelitiannya yang berjudul adaptasi kerentanan air utk menunjang program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga, pernyataannya yakni pada tahun 2016 penyakit diare menjadi penyebab kematian urutan keempat dari semula urutan keenam, dari hasil Riskesdas menunjukkan bahwa penggunaan air tidak berkaitan dengan kejadian diare.Badan Pusat Statistik mengusulkan bahwa survei kualitas air dilakukan secara nasional.Berdasarkan kajian untuk Kemenkes:

  • Perlu revisi peraturan menkes No. 492/2010 disesuaikan pedoman WHO 2011 dengan tetap memperhitungkan kondisi geohidrologi Indonesia dan kemampuan daerah

Untuk PUPR dan Kemendagri:

  • Perlu sosialisasi secara terus menerus permen PUPR No. 27 Tahun 2017

Untuk Bappenas:

  • Penguatan koodinasi dalam pokjanas AMPL untuk memastikan sector terkait.

 

Tanggapan dari Dr. Soewarta Kosen, MPH, DrPH yang akrab dipanggil Bapak Alo memberikan tanggapan antara lain bahwa masih inpres tren seperti apa?

  • Setelah inpres dicabut trennya seperti apa?
  • Masih ada 8 lembar sebaikya diringkas dengan penambahan lampiran dan isi menjadi 4 lembar
  • Masukkan juga rekomendasinya
  • Usulan konkritnya seperti apa?
  • Komparasi mana yang lebih baik?
  • Apa arti dari Judul ini? (Arti kata “Adaptasi”)

 

Bapak Dr. Feri Ahmadi, S.Si, MPH, memberikan saran berkaitan dengan penelitian ini yaitu jika menampilkan 7 region, sebaiknya disandingkan dengan data se-Indonesia.

 

Selanjutnya adalah paparan kedua dari Ibu Yurista Permanasari, SKM,MSi yang berjudul Pemberian Makanan untuk balita berbasis makanan lokal melalui pemberdayaan masyarakat yakni menyatakan

Masalah gizi kurus pada balita di Indonesia menjadi masalah kesehatan masyarakat, masih diatas 5% (WHO).

 

Dan Komentar dari  Bapak Alo antara lain:

  • Apakah tidak ada pedoman yang sudah dibuat sebelumnya, coba cek lagi
  • Tabel yang membandingkan simpan di bagian lampiran
  • Yang ingin dituju apa? Bahas situasinya, dan bahas barang2 lokal
  • Kita ga perlu tahu tiap propinsi punya buah2 unik, unggas, tidak perlu dibandingkan
  • Kalau saya DM, ini tidak bisa diterima karena tidak ada usulan secara konkrit.
  • Jangan dibahasakan seperti membuat laporan
  • Tidak semua orang membuat policy breef
  • Rekomendasi bahwa gunakan makanan lokal secara nasional
  • Dari segi ilmiah apakah kekurangannya (masalah distribusi-tidak sampai, tidak tepat sasaran)
  • Harus dengan Bahasa yang membumi, jangan banyak yang mengawang-awang

 

Lalu kemudian Ibu Dr.  Dewi Permaesih memberikan tanggapan antara lain:

  • PMT perlu untuk mengejar ke kalorinya,
  • Perlu ada kombinasi unsur karbohidrat, nutrisi untuk diangkat jadi makanan lokal